>WELLCOME TO EDUCATIONZI

Disini ada banyak sekali pengetahuan tentang kesehatan by Fauzi Rahman

>WELLCOME TO EDUCATIONZI

Disini ada banyak sekali pengetahuan tentang olahraga by Fauzi Rahman

>WELLCOME TO EDUCATIONZI

Disini ada banyak sekali pengetahuan tentang Jurnalistik by Fauzi Rahman

>WELLCOME TO EDUCATIONZI

Disini ada banyak sekali pengetahuan tentang Multimedia by Fauzi Rahman

>WELLCOME TO EDUCATIONZI

Disini ada banyak Cerita Horor, Funny, Cringe, Freak by Fauzi Rahman

Tuesday, October 1, 2019

30 Macam – macam Teori Komunikasi Menurut Para Ahli

30 Macam – macam Teori Komunikasi Menurut Para Ahli

Jenis teori Komunikasi Menurut Para Ahli ada banyak dan sangat mudah di pelajari. sekali Komunikasi menjadi salah suatu bagian terpenting bagi kehidupan manusia. Dimana kita ketahui bersama, manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Mereka senantiasa membutuhkan orang lain. Hal terpenting dalam menjalin hubungan dengan orang lain adalah komunikasi.
ads
Hubungan yang dijalin akan berjalan baik, apabila komunikasi diantara satu dengan yang lain berjalan dengan efektif. Oleh karena itu, mengingat pentingnya komunikasi, seiring berkembangnya kehidupan manusia muncul yang namanya teori komunikasi.
Teori Komunikasi merupakan suatu pemikiran mengenai sistem penyampaian pesan yang didalamnya terdiri atas komponen-komponen berupa unsur komunikasi. Komponen – komponen tersebut saling terikat demi tersampainya pesan dari komunikator kepada komunikan.

Perkembangan Komunikasi
Dalam perkembangannya, banyak para ahli yang mendefinisikan mengenai teori komunikasi. Salah satu yang sering menjadi rujukan adalah pendapat Borman, ia berpendapat bahwa teori komunikasi adalah suatu istilah atau perkataan yang merupakan seluruh perbincangan dan analisis dan dibuat secara berhati-hati, sistematik dan sadar. Selain Borman, Little John juga merupakan ilmuan yang tertarik pada studi ini. Menurutnya, teori komunikasi merupakan sutu teori atau pemikiran kolektif. Di dalamnya, terdapat keseluruhan teori terutama yang berkaitan tentang proses komunikasi.
Sementara itu Cargan dan Shield berpendapat bahwa teori komunikasi adalah hubungan diantara konsep teoritikal yang memberi secara keseluruhan maupun sebagian keterangan, penjelasan, peilanian, maupun perkiraan tindakan manusia berdasarkan komunikator (orang) yang berkomunikasi (berbicara, membaca, mendengar, menonton) untuk jangka waktu tertentu melalui media (perantara).

Jenis-Jenis Teori Komunikasi
Perkembangan teori komunikasi merupakan studi yang berkembang pesat dibandingkan dengan studi lain. Para ahli pun banyak yang memberikan sumbangsih pada studi ini, sehingga mengakibatkan cangkupan studi ini menjadi begitu luas sebagai timbal balik dari berbagai jenis teori komunikasi yang ditemukan. Berikut penjelasan mengenai jenis-jenis teori komunikasi menurut ahli.
1. Teori Komunikasi Lasswell
Harold Lasswell, Teoritikus ternama yang banyak menyumbangkan ide dan fikirannya terkait cabang ilmu sosial dan komunikasi. Di tahun 1948, Ia mengemukakan model komunikasi yang sederhana dan hingga kini masih diterapkan sebagai model komunikasi dasar. Model tersebut yakni :
Siapa (Who) – Berbicara apa (Says What) – Dengan media apa (In Which Channel) – Kepada Siapa (To Whom) – Dan dengan Efek apa (With What Effect)
2. Teori Komunikasi Behaviorisme
Jenis teori komunikasi yang satu ini mungkin sangat sering anda dengar. Teori ini dikembangkan oleh ilmuan asal Amerika Serikat bernama Jhon B. Watson (1878 – 1958). Menurutnya Teori Behaviorisme ini mencakup semua perilaku, termasuk tindakan balasan atau respon terhadap suatu rangsangan atau stimulus. Artinya bahwa selalu ada kaitan antara stimulus dengan respon pada perilaku manusia. Jika suatu stimulus atau rangsangan yang diterima seseorang telah teramati, maka dapat diprediksikan pula respon dari orang tersebut.
3. Teori Komunikasi Humanisme
Teori ini dikembangkan oleh Ncneil (1977) yang diilhami oleh perkembangan psikologi humanisme. Komunikasi humanisme pernah diimplementasikan dalam dunia pendidikan melalui Humanistic curriculum. Isi teori lebih menekankan pada pembagian pengawasan dan tanggung jawab bersama antar peserta didik. Dengan harapan, nantinya peserta didik dapat menyesuaikan dalam kehidupan masyarakat.
4. Teori Informatif
Teori ini dikembangkan oleh Sannon dan Weaver (1949). Teori informasi merupakan salah satu teori klasik, dimana teori ini menitikberatkan pada komunikasi sebagai suatu transmisi pesan dan bagaimana transmitter menggunakan media dalam berkomunikasi. Dalam hal ini, jika sinyal media yang digunakan baik, maka komunikasi akan berjalan efektif, begitu pula sebaliknya. Apabila sinyal media tidak baik, maka komunikasi tidak akan berjalan dengan lancar.
5. Teori Uses and Gratifications (Penggunaan dan Kepuasan)
Teori ini dikembangkan oleh Blummer dan Kutz (1974).  Mereka berpendapat bahwa pengguna media memiliki peran aktif dalam memilih media yang digunakannya. Sehingga, pengguna media dapat dikatakan sebagai pihak utama dalam suatu proses komunikasi. Dalam hal ini, pengguna mempunyai pilihan untuk menentukan media yangs sesuai dengan kebutuhanya.
6. Teori Agenda Setting
Teori ini dikembangkan oleh Mc combs dan Shaw (1972). Teori Agenda Setting beranggapan apabila media memberikan tekanan pada suatu peristiwa maka, media tersebut akan membuat masyarakat menganggap peristiwa itu penting. Dalam hal ini, media mempunyai efek yang sangat kuat dalam mempengaruhi asumsi masyarakat. Sehingga akan muncul asumsi bahwa apa yang dianggap penting oleh media akan dianggap penting oleh masyarakat.
7. Teori Kontruktivisme
Piaget dan Vigotski adalah dua nama yang selalu dikaitkan dengan teori ini. Teori kontruktivisme beranggapan bahwa manusia selalu memiliki pandangan sendiri terhadap kenyataan, Mereka senantiasa mencari dan mempelajara untuk menemukan bahasa pertama dan kedua. Di sisi lain, teori ini juga didefinisikan sebagai pembelajaran generatif. Pembelajaran yang merupakan suatu tindakan untuk menciptakan suatu makna dari apa yang telah dipelajari.
8. Teori Nativisme
Chomsky dan Hadley (1993) dalah tokoh pendukung teori nativisme. Teori ini berpandangan bahwa manusia satu-satunya makhluk Tuhan yang dapat berkomunikasi melalui verbal. Disisi lain, bahasa  merupakan suatu yang kompleks, oleh karenanya manusia senatiasa belajar untuk dapat berkomunikasi dengan makhluk Tuhan yang lain.
9. Teori Sibernetik
Wiener (1945) adalah tokoh dibalik teori ini. Teori ini tergolong teori baru sejalan dengan berkembangnya teknologi informasi dan ilmu sosial.  Teori sibernatik merupakan suatu sistem pengontrol yang didasarkan pada komunikasi, antara sistem dengan lingkungan dan antar sistem itu sendiri. Pengontrol dari sistem berfungsi dalam memperhatikan lingkungan. Penerapan teori sibernetik biasanya diperuntukkan kepada siswa agar mencapai hasil yang efektif.
10. Teori Kognitivisme
Teori kognitivisme mengedepankan proses belajar dibandingkan dengan hasil proses itu sendiri. Belajar tidak hanya sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respon. Tetapi juga melibatkan proses berfikir yang kompleks. Lebih dari itu, belajar merupakan proses perubahan persepsi dan pemahaman. Menurut aliran ini kita belajar didasarkan atas kemampuan kita menafsirkan peristiwa atau kejadian dalam suatu lingungan. Dimana proses belajar tersebut terdapat empat tahapan yaitu Asimilasi, Akomodasi, Disquilibari, dan Equilibrasi.
11. Teori Ketergantungan
Teori ini dikemukakan oleh Sandra Ball-Rokeach dan Malvin Defluer (1976). Fokus dari teori ini terletak pada kondisi struktural yang ada dimasyarakat. Fokus ini sangat cenderung mudah untuk dipengaruhi oleh media massa. Teori ini dapat disematkan pada komunitas masyarakat modern, dimana pada masyarakat modern, media massa dianggap suatu hal yang sangat penting dalammencapai tujuan beberapa proses. Di antaranya yaitu proses memelihara, perubahan, serta konflik dalam tataran masyarakat dan masalah perorangan dalam suatu aktivasi sosial.
12. Teori Inokulasi
Teori ini pada mulanya disampaikan oleh Mc Guaire, dimana inokulasi dapat pula disebut sebagai suntikan yang mengambil analogi pada ilmu medis. Ibaratkan orang yang tidak siap menahan penyakit maka dia harus disuntikan vaksin untuk memperkuat daya tahan tubuhnya. Teori ini mengemukakan bahwa lebih baik membekali terbujuk dengan argumen sanggahan daripada membiarkanya tidak siap menyangkal perspektif lawan.
13. Teori Kultivasi
Teori kultivasi merupakan teori komunikasi yang membahas mengenai efek dari komunikasi masa. Pandangan dari teori ini adalah bahwa media masa memiliki efek yang bersifat kumulatif dan lebih berdampak pada tataran sosial budaya dalam masyarakat dari pada personal seseorang. Teori ini di kembangkan oleh George Gabner.
14. Teori Spiral Of Silence (Spiral Keheningan)
Teori ini berkaitan dengan bagaimana terbentuknya suatu pendapat umum dalam masyarakat. Spiral of Silence menjelaskan bahwa terbentuknya pendapat umum dalam masyarakat di tentukan oleh proses saling mempengaruhi antara komunikasi massa, komunikasi antar pribadi, dan presepsi masing-masing individu serta hubungannya dengan pendapat orang lain dalam masyarakat. Teori ini di kembangkan oleh Elizabeth Noelle dan Neuman (1976).
15. Teori Norma dan Budaya
Teori ini beranjak dari pada pengaruh media massa yang kuat mengenai suatu hal. Hal tersebut dapat mempengaruhi kondisi sosial budaya dalam masyarakat. Pesan dari media massa mampu mengubah norma yang sudah ada dalam masyarakat, disisi lain juga mampu memperkuat norma yang ada dalam masyarakat. Lebih dari itu, mampu menciptakan norma baru dalam masyarkat.
16. Teori Belajar Sosial 
Teori ini dicetuskan oleh Bandura (1925). Ia mengemukakan bahwa perilaku manusia dalam konteks sebuah interaksi tingkah laku terdapat hubungan timbal baik yang saling berkesinambungan. Interaksi terjadi antara perilaku kognitif dan pengaruh lingkungan. Pengalaman melalui observasi dan pengamatan terhadap suatu pesan yang disampaikan menjadi suatu hal yang penting dalam teori ini.
Dalam teori ini, terdapat empat tahapan, pertama pembelajaran sosial terjadi atas adanya perhatian dari individu. Kedua, pembelajaran sosial dilakukan melalui ingatan. Ketiga, pembelajaran sosial dilakukan melalui tindakan, serta terakhir yaitu pembelajaran sosial dilakukan atas dasar motivasi dari masing-masing individu.

17. Teori Dependensi Efek Komunikasi Massa
Teori ini merupakan salah satu teori dari komunikasi massa. Dependasi efek komunikasi massa beranggapan bahwa kepercayaan individu kepada media akan berkembang apabila kebutuhan informasional yang tidak dapat ditemukan dalam pengalaman langsung terpenuhi. Massa dinilai bergantung pada media untuk mencapai tujuan. Ini merupakan pendekatan konsisten dengan gagasan dasar dari model penggunaan.
Little John, menilai ketergantungan seseorang dinilai dari jumlah dan sentralitas tentang fungsi informasi yang disajikan, serta stabilitas sosial. Semakin penting media terhadap individu, semakin tinggi pula nilai dari media tersebut.
18. Teori Birokrasi
Teori birokrasi digunakan untuk komunikasi organisasi. Max Weber (1948), mengungkapkan bahwa model birokrasi sering kali dipakai untuk mencapai komunikasi organisasi yang efektif. Menurut Weber, ada delapan karakteristik struktural terkait birokrasi organisasi, yaitu :
  • Terdapat aturan dan prosedur sesuai standar.
  • Mampu meminimalisir pekerjaan yang sulit.
  • Hirearki organisasi yang terstruktur.
  • Kemampuan anggota yang mumpuni.
  • Memiliki kemampuan Multi – tasking.
  • Profesionalitas yang tinggi. 
  • Uraian tugas yang terstruktur dan teratur.
  • Rasionalitas untuk mencapai keberhasilan.
19. Teori Analisis Transaksional
Analisis transaksional merupakan pendekatan Psychotherapy yang menekankan hubungan interaksional. Transaksional sendiri dimaksudkan sebagai hubungan komunikasi antar individu. Teori ini digunakan untuk mengetahui bentuk dan isi pesan yang tersampaikan dalam suatu komunikasi.
Analisis ini bertujuan mengetahui tingkat keefektifan komunikasi yang terjalin antara individu. Eric Berne (1960), adalah pengembang teori analisi ini yang dinilai cocok untuk digunakan dalam konseling kelompok.
20. Teori Pengharapan Nilai
Teori ini merupakan bagian dari teori komunikasi massa. Teori pengharapan nilai bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media terhadap massa dinilai dari kepentingan penggunaannya. Sikap seseorang terhadap segmen – segmen media ditentukan dari evaluasi dan prespektif mereka terhadap media tersebut. Teori ini merupakan turunan dari Teori Uses and Gratifications.
21. Teori  Struktural Fungsional
Teori ini merupakan bangunan paling dasar dari ilmu sosial. Beberapa tokoh yang mencetuskan teori ini diantaranya August Comte, Emile Durkheim, dan Herbert Spencer. Pemikiran struktural fungsional dipengaruhi oleh pemikiran biologis yang menganggap masyarakat yang saling ketergantungan akibat konsekuensi dari bertahan hidup. Tujuan dari teori ini adalah mencapai keteraturan sosial.
22. Teori Difusi Inovasi
Teori ini menjelaskan bagaimana suatu inovasi disampaikan melalui saluran – saluran tertentu kepada sekelompok anggota dari sistem sosial. Rogers (1961) menjelaskan bahwa “difusi adalah suatu bentuk komunikasi yang bersifat khusus dan berkaitan dengan penyebaran beberapa pesan berisi gagasan – gagasan baru. Teori ini sering dikaitkan dengan proses pembangunan masyarakat.
23. Teori Sikap (Standpoint)
Harding dan Wood, dua teoritikus ini menjelaskan bahwa salah satu cara terbaik untuk mengetahui bagaimana keadaan dunia dimulai dari sikap atau sudut pandang wanita. Standpoint sendiri adalah sebuah tempat untuk memandang dunia sekitar. Dunia tersebut menjadi fokus perhatian dibandingkan fitur lainnya. Standpoint memiliki makna yang tidak jauh berbada dari prespektif. Menurut Harding, fokus bahasa dari standpoint adalah kaum wanita yang cenderung termarginalisasi. Oleh karena itu, teori ini merupakan turunan dari teori feminisme.
24. Teori Komunikasi Dua Tahap
Teori ini didasari oleh penelitian yang dilakukan oleh Paul Lazarsfeld dan teoritikus lainnya. Teori Komunikasi dua tahap membahas mengenai efek media massa dan pertama kali diterapkan dan kampanye pemilihan umum 1940. Studi ini memiliki asumsi bahwa proses stimulus bekerja dalam menghasilkan efek ke media massa.
25. Teori Komunikasi Administrasi
Teori komunikasi administrasi adalah proses penyampaian pesan yang dilakukan secara timbal balik antar anggota. Teori ini dimaksudkan dengan tujuan untuk menumbuhkan rasa saling pengertian dalam rangka mencapai tujuan organisasi dengan efektif dan efisien. Fungsi dari penerapan teori ini adalah untuk menjaga stabilitas informasi agar tercipta penyesuaian sikap yang memadai antar bagian dalam organisasi.
26. Teori Connectionism (Thorndike)
Teori ini disebut juga dengan teori Trial and Error. Menurut teori ini, masing – masing  organisme apabila bertemu dengan situasi yang baru akan melakukan beberapa tindakan yang bersifat coba‑coba secara terus menerus. Kemudian, jika dalam usaha coba coba tersebut secara tidak sengaja timbul perbuatan yang dirasa memenuhi situasi, maka perbuatan tersebut akan terus diterapkan sebagai salah satu tindakan yang dinilai cocok dalam situasi tersebut. Dengan percobaan yang dilakukan secara berkelanjutan, maka perbuatan tersebut menjadi suatu kebiasaan dan semakin efisien untuk diterapkan.
Kemudian, berikut proses belajar menurut Thorndike, yaitu Law of Effect
Law of Effect
Proses ini merupakan bentuk tingkah laku yang memberi kepuasan sesuai tuntutan situasi yang ada. Kemudian, tingkah laku tersebut akan selalu diingat dan dipelajari dalam kurun waktu yang lama. Sebaliknya, semua tingkah laku yang memberi dampak negatif perlahan akan ditinggalkan. Proses tingkah laku ini terjadi secara alamiah. Dan juga, dapat dilatih berdasarkan syarat -syarat yang berlaku.
Kemudian, Thorndike memiliki pandangan bahwa organisme adalah suatu mekanismus. Ia hanya akan melakukan gerakan atau tindakan apabila terdapat rangsangan yang memiliki pengaruh terhadap dirinya. Gerakan tersebut terjadi secara otomatis. Terjadinya otomatis­me menurut Thorndike dikarenakan adanya law of effect.
Kemudian, dalam kehidupan sehari‑hari, law of effect dapat dilihat saat pemberian penghargaan atau ganjaran, dan juga pemberian hukuman dalam pendidikan. Karena adanya law of effect, timbul reaksi antara hubungan (connection) atau asosiasi antara tingkah laku reaksi yang menghasilkan sesuatu yang kemudian disebut dengan dampak atau hasil (effect). Karena, adanya relasi antara reaksi dengan dampaknya itu, maka teori Thorndike disebut juga Connectionism.
27. TeoriSystematic Behavior (Hull)
Clark C Hullmendalami teori Thorndike dalam usahanya mengembangkan teori belajar dalam komunikasi. Beberapa prinsip yang digunakan memilki kesamaan dengan prinsip para behaviorus yang berdasarkan adanya stimulus dan respon serta motivasi.
Teori ini mengungkapkan bahwa suatu kebutuhan atau keadaan terdesak oleh motif tujuan, maksud tertent, harus dimiliki dalam seseorang yang sedang belajar. Kebutuhan tersebut harus ada sebelum suatu respon yang dapat diperkuat oleh dasar pengurangan kebutuhan. Kemudian, dalam hal efisiensi belajar, tergantung pada besarnya tingkat pengurangan serta kepuasan motif. Lalu timbul usaha belajar dari keberadaan respon tersebut. Di sisi lain, setiap obyek atau situasi dapat memiliki nilai motivasi apabila hal itu berhubungan dengan penurunan terhadap kekurangan pada diri individu tersebut.

28. Teori Operant Conditioning (Skinner)
Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Skinner (1904-1990). Skinner menganggap penghargaan dan motivasi adalah dua faktor penting dalam pembelajaran. Tak hanya itu, Skinner berpendapat bahwa tujuan psikologi dalam komunikasi adalah untuk mengontrol tingkah laku. Pada teori ini, seorang guru memberikan penghargaan hadiah atau nilai tinggi yang bertujuan agar anak menjadi lebih rajin. Di sisi lain, Operant conditioning merupakan suatu proses pemberian motivasi terhadap suatu perilaku yang kemudian mengakibatkan perilaku tersebut dapat terulang atau menghilang sesuai keinginan.
Kemudian, Operant conditing menjamin respon terhadap stimuli. Bila tidak ada tanda – tanda keberadaan stimuli, maka guru tidak bisa membimbing siswa untuk mengarahkan perilakunya. Dalam proses ini, guru mempunyai peran untuk mengontrol dan membimbing siswa dalam suatu proses belajar. Hal ini bertujuan untuk mencapai tujuan belajar yang diinginkan.
Terdapat beberapa Prinsip belajar Skinners, diantaranya:
  • Hasil belajar harus segera disampaikan pada siswa. Jika salah dibenarkan jika benar diberi motivasi.
  • Proses belajar harus mengikuti pola dari yang belajar. Materi pelajaran digunakan sebagai sistem modul.
  • Dalam proses pembelajaran, lebih mementingkan aktivitas sendiri, sedangkan hukuman tidak berlaku. Untuk itu, lingkungan perlu di modifikasi untuk menghindari hukuman.
  • Tingkah laku yang sesuai dengan keinginan pendidik layak diberikan penghargaan, dan sebaliknya.
  • Dalam pembelajaran menggunakan shapping.
29. Teori Classical Conditioning (Pavlov dan Watson)
Teori ini dikemukakan pertama kali oleh Ivan Petrovich Pavlo. Menurut teori ini, belajar merupakan suatu proses perubahan yang terjadi karena ada­nya syarat‑syarat (conditions). Kemudian syarat – syarat tersebut akan menimbulkan reaksi atau respon. Lalu, untuk membuat seseorang itu belajar, keberadaan syarat – syarat tersebut dibutuhkan. Di sisi lain, fokus dalam teori ini adalah pembelajaran yang terjadi secara otomatis setelah latihan – latihan yang dilakukan terus menerus.
Beberapa penganut teori ini menjelaskan bahwa segala bentuk tingkah laku manusia adalah hasil daripada conditioning. Hasil tersebut berasal dari latihan atau kebiasaan, yang kemudian bereaksi terhadap rangsangna tertentu dalam kehidupan sehari – hari.
Teori ini juga memiliki kelemahan. Karena teori ini menganggap bahwa belajar hanya terjadi secara otomatis, maka keaktifan dan penentuan pribadi pun diabaikan. Dalam bertindak atau berbuat sesuatu, individu tidak semata – mat mengandalkan pengaruh dari luar. kepribadian juga memiliki peranan penting dalam memililih atau menentukan perbuatan dan reaksi apa yang akan dilakukannya.
30. Teori Standpoint (Sikap)
Teori ini menilai bahwa pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki individu, sebagian besar dibentuk oleh kelompok sosial dimana mereka cenderung aktif berkomunikasi.Teori ini dikemukakan oleh  Wood, J. T. (1982),dalam West, R., & Turner, L. H., (2000). Melalui pendapat ini, dapat terlihat kerangka tentang sistematika pengaruh kekuatan untuk pembentuk identitas.
Teori sikap (standpoint theory-ST), membentuk kerangka agar dapat memahami sistem kekuasaan. Teori kerangka ini dibangun berdasarkan pengetahuan yang berasal dari kehidupan sehari-hari.  Individu-individu adalah konsumen aktif dari realitas. Kemudian, perspektif individu-individu adalah sumber informasi yang terpenting terkait pengenalan terhadap pengalaman mereka (Riger,1992). Bahkan, teori ini mengakui bahwa pengalaman, pengetahuan, dan perilaku komunikasi individu sebagian besar terbentuk oleh kelompok sosial dimana individu berpartisipasi.

Manfaat Mempelajari Teori Komunikasi

Sebagaimana dijelaskan pada pembuka artikel ini, bahwasanya komunikasi menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia sebagai mahkluk sosial yang senantiasa berhubungan dengan orang lain. Dimana komunikasi menjadi jembatan bagi manusia untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Oleh karenanya komunikasi menjadi  bagian dari kehidupan manusia yang tak terpisahkan satu dengan yang lainya. Sehingga teramat penting bagi kita untuk mempelajari teori-teori komunikasi.
Apa manfaatnya ketika kita mempelajari teori komunikasi berdasarkan Teori Komunikasi Menurut Para Ahli? secara teoritis manfaat pertama yang kita peroleh tentu adalah pandangan ilmu yang luas mengenai studi komunikasi itu sendiri. Berbagai teori komunikasi ini tercetuskan melalui proses kajian dan penelitian mendalam oleh para ilmuan sosial yang tentu saja secara praktis terdapat dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, setelah kita mempelajari teori komunikasi, apalagi Teori Komunikasi Menurut Para Ahli, kita paham berbagai macam teori, dan mampu menjadi pribadi yang dapat berkomunikasi dengan baik. Lebih dari itu, kita mampu memantapkan diri dan tidak mudah terbawa arus dengan komunikasi yang bermuatan negatif.

Komunikasi Politik – Pengertian – Fungsi – Tujuan

Komunikasi Politik – Pengertian – Fungsi – Tujuan


Kali ini kita akan membahas mengenai Komunikasi Politik. Sebelum lanjut ke penjelasan berikutnya, perlu kita mengetahui apa itu Komunikasi Politik? Komunikasi Politik sendiri memiliki dua unsur kata yang sebenarnya sangat berlainan namun dapat dipadukan. Terdapat kata ‘komunikasi’ yang sudah pernah kami bahas sebelumnya dalam Pengantar Ilmu Komunikasi.  ‘Komunikasi’ sendiri memiliki definisi sebagai sesuatu yang dilakukan oleh manusia atau individu dalam kehidupannya untuk memberikan pesan berupa informasi kepada individu lainnya.
Sedangkan ‘Politik’ memiliki arti secara etimologis berasal dari kata ‘polis’. Polis menunjukkan negara kota pada zaman kuno. Namun, seiring berjalannya waktu, kata ‘Politik’ memiliki definisi sebagai suatu usaha yang ditempuh oleh warga negara untuk berdiskusi dan mewujudkan tujuan bersama
Komunikasi Politik menurut tiga para ahli sendiri di antaranya :
  • Maswadi Rauf : Seorang ahli politik yang berpendapat bahwa komunikasi politik merupakan bagian objek dari kajian ilmu politik, karena pesan-pesan yang diungkapkan dalam proses komunikasi bercirikan politik yakni berkaitan dengan kekuasaan politik negara, pemerintahan dan juga aktivitas komunikator dalam kedudukan sebagai pelaku kegiatan politik.
  • Mueller (1973) : Komunikasi Politik didefinisikan sebagai hasil yang bersifat politik apabila menekankan pada hasil. Sedangkan definisi Komunikasi Politik jika menekankan pada fungsi komunikasi politik dalam sistem politik, adalah komunikasi yang terjadi dalam suatu sistem politik dan antara sistem tersebut dengan lingkungannya.
  • Almond dan Powell : Komunikasi Politik sebagai fungsi politik bersama-sama  fungsi artikulasi, agregasi, sosialisasi dan rekruitmen yang terdapat di dalam suatu sistem politik dan komunikasi politik merupakan prasyarat (prerequisite) bagi berfungsinya fungsi-fungsi politik yang lain.
Jika ditarik kesimpulannya, bahwa Komunikasi Politik merupakan bagian dari objek kajian ilmu politik yang disebabkan karena adanya interaksi yang bersifat politik dan memiliki fungsi agregasi, artikulasi,  sosialisasi dan juga rekruitmen.

Jenis – Jenis Komunikasi Politik

Dalam Komunikasi politik, terbagi beberapa jenis komunikasi politik, antara lain :
Komunikasi Politik Digital
Keberadaan perkembangan komunikasi di era digital atau media sosial mempengaruhi keefektifan komunikasi politik. Terutama terjadi pada Komunikasi Politik Digital. Seperti apa yang pernah terjadi di Indonesia, bahwa masyarakat negara Republik Indonesia kini dapat mengirim pesan dan kritik langsung kepada para tokoh politik melalui media sosial. Hal ini akan menimbulkan sensasi tersendiri bagi masyarakat.
Bahkan, perkembangan komunikasi politik digital juga dikuatkan oleh keputusan Presiden Jokowi yang secara resmi telah meluncurkan akun media sosial terbarunya melalui YouTube. Dengan akun ini, bapak Presiden dapat berkomunikasi atau menyampaikan pesan kepada masyarakat Indonesia melalui video dan diunggah ke YouTube.
Setelah Sebelumnya, Presiden Jokowi juga sudah melakukan komunikasi ke masyarakat melalui akun resminya yaitu Facebook dan Twitter yang menggunakan akun berbasis microblog, agar tidak sembarang orang dapat membobol akun beliau. (Baca juga: Internet sebagai Media Informasi)
Tujuan positif pada Komunikasi Politik Digital ini yaitu agar pesan tersampaikan secara masal melalui media sosial yang mulai digandrungi masyarakat. Masyarakat dibebaskan untuk menyampaikan pandangan, kebijakan, dan juga kinerja Kabinet Kerja yang dipimpinnya.
Komunikasi Politik Pers
Baca Juga :

Fungsi Komunikasi Politik

Adapun beberapa fungsi dari Komunikasi Politik itu di antaranya :
  • Komunikasi Politik memiliki peranan yang sangat penting dalam kepekaan hingga menangkap dengan jelas keberadaan sesuatu yang ditimbulkan dalam dunia politik. Seperti kejadian politik yang dapat ditangkap langsung oleh Komunikasi Politk.
  • Komunikasi Politik ini nantinya akan diperlukan dalam komunikasi internasional, hubungan internasional, maupun dalam lingkup internasional Komunikasi Politik.
  • Komunikasi Politik juga memiliki mata rantai disiplin ilmu. Disiplin ilmu tersebut yang kemudian akan menjelaskan bahwa Komunikasi Politik juga berhubungan dengan media sosial, budaya, agama, dan lain sebagainya. (Baca juga: Manajemen Komunikasi)
  • Memberikan peluang untuk para praktisi mempelajari.
Pola-Pola Komunikasi Politik
Adapun pola-pola komunikasi politik yang tersusun di antaranya :
  1. Pola komunikasi vertikal (top down, dari pemimpin kepada yang dipimpin).
  2. Pola komunikasi horizontal (antara individu dengan individu, kelompok dengan kelompok).
  3. Pola komunikasi formal (komunikasi melalui jalur-jalur organisasi formal).
  4. Pola komunikasi informal ( komunikasi melalui pertemuan atau tatap muka, tidak mengikuti prosedur atau jalur-jalur organisasi). (Baca juga: Hambatan-Hambatan Komunikasi)

Saluran Komunikasi Politik
Saluran komunikasi politik merupakan alat yang membantu untuk menyampaikan pesan secara praktis. Dengan kata lain, saluran komunikasi politik ini merupakan media yang digunakan untuk berkomunikasi. Saluran ini bisa berupa lambang, gambar, kata-kata, tulisan, maupun tindakan atau visual kinetis. Bahkan saluran ini dapat dikombinasi secara teratur bentuknya. Adapun beberapa tipe saluran komunikasi politik di antaranya :
  1. Komunikasi Massa, yang meliputi :
    • Tatap Muka, seperti contoh : pemimpin perusahaan yang memimpin rapat di depan anggota perusahaannya.
    • Perantara, seperti contoh : Seorang Presiden yang berbicara kepada masyarakat dan disiarkan secara langsung melalui televisi dan radio.
  2. Komunikasi Interpersonal, yang dilakukan dari satu individu ke indidvidu lain.
  3. Komunikasi Organisasi, yang dilakukan seorang pemimpin organisasi ke anggotanya dan atau organisasi satu ke organisasi lain.
Fokus Komunikasi Politik
Komunikasi politik merupakan salah studi yang bersifat interdisipliner. Karena terdapat berbagai macam disiplin ilmu yaitu komunikasi dan politik. Namun, ketika bidang komunikasi dikaitkan dengan politik, terkadang terdapat pengakuan tentang aspek-aspek politik dari komunikasi publik. Sehingga kerap kali dikaitkan dengan kegiatan seperti kampanye politik, persuasif pemilihan, hingga debat calon pemerintah dengan menggunakan media massa sebagai alatnya. 
Sebenarnya, antara komunikasi dengan pilitik merupakan kajian yang berbeda namun bisa dihubungkan. Dari segi politik memiliki ruang lingkup yang sangat luas dibandingkan dari segi komunikasi. Komunikasi lebih menitikkan ke suatu interaksi, sedangkan politik lebih menitikkan kepada kekuasaan. Sehingga, masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa komunikasi politik ini menimbulkan propaganda.
Praktik Komunikasi Politik
Setelah terjadinya Perang Dunia II, kajian komunikasi politik tidak lagi condong ke ilmu politik saja, tetapi lebih condong ke ilmu komunikasi, khususnya pada media massa. Hal itni disebabkan oleh adanya media yang merupakan unsur tolak ukur dan pusat perhatian yang paling utama di masyarakat.
Selain itu, komunikasi politik semakin banyak dilatar belakangi oleh para ahli komunikasi seperti Dan Nimmo, William Rivers, dan lainnya. Sehingga komunikasi memiliki peranan yang sangat penting dalam proses perpolitikkan.
Tampak perilaku politik yang lebih mudah dipahami melalui pengkajian ilmu komunikasi. Sehingga, parkatik komunikasi politik ini lebih banyak dipengaruhi oleh ‘politik komunikasi’ dan perang fisikpun berevolusi menjadi ‘perang informasi’. 
Komponen Sistem Komunikasi Politik
Dalam setiap kegiatan komunikasi seharusnya mencapai kesamaan. Sehingga, komunikasi politik ini merupakan proses penyempurnaan ide, gagasa, pikiran, dan perasaan seseorang yang berhubungan dengan aspirasi atau kepentingan politik. Sehingga, komponen dalam berkomunikasi politik terdapat lima komponen di antaranya :
  1. Komunikator politik -Berperan sebagai penyampai pesan politik.
  2. Pesan politik –  Isi atau ionformasi politik.
  3. Saluran Komunikasi Politik – Media atau alat berkomunikasi politik.
  4. Komunikan Politik – Penerima pesan atau informasi politik.
  5. Efek Politik – Dampak dari pesan politik yang disampaikan.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi Politik

Pola-pola komunikasi itu terjadi dan dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya :
  1. Faktor Fisik (alam), alam pun dapat mempengaruhi faktor komunikasi politik. Dengan adanya perbedaan letak geografis, dapat mempengaruhi komunikasi politik yang berbeda-beda. Seperti halnya, seorang pesisir pantai yang memiliki bahasa komunikasi politik berbeda dengan seseorang yang tinggalnya di kota apalagi lingkungan pemerintahan. (Baca juga: Komunikasi Visual)
  2. Faktor Teknologi, ketika terjadinya perkembangan teknologi, komunikasi politik pun akan mengalami perubahan juga. Sehingga, komunikasi politik pun akan terjadi perubahan  yang lebih meningkat dari sebelumnya.
  3. Faktor Ekonomis, segi ekonomi pada suatu negara akan memberikan pengaruh pada perguncangan politik dan kehidupan masyarakat. Sehingga terjadinya perubahan dan pergeseran komunikasi politik juga di dalam masyarakat.
  4. Faktor Sosiokultural, faktor ini bisa meliputi pendidikan dan budaya. Dengan kata lain, pendidikan dan budaya ini dapat mempengaruhi komunikasi politik yang kerap kali berubah sesuai dengan budaya dan pendidikan yang ada.
  5. Faktor Politis, dari keempat faktor di atas, sebenarnya faktor inilah yang paling mempengaruhi di antara keempat sebelumnya. Karena faktor inilah yang akan membawa dampak bagi komunikasi politik.

Komunikasi Politik sebagai Kajian Ilmu Politik dan Ilmu Komunikasi

Di dalam kajian Komunikasi Politik menghasilkan dua kajian ilmu yaitu Ilmu Politik dan Ilmu Komunikasi. Para ilmuwan atau pakar politik berpendapat bahwa Komunikasi Politik sebagai pembahasan yang menekankan pada sistem politiknya dengan ditinjau dari proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan otoratitatif. Sedangkan menurut ilmuwan atau pakar komunikasi, Komunikasi Politik ini meliputi unsur-unsur untuk merumuskan suatu komunikasi politik yang efektif.
Istilah Komunikasi Politik sendiri telah populer sejak tahun 1960-an, namun studi-studi tentang komunikasi yang memuat unsur politik suda ada sejak lama. Seperti sudi propaganda perang dunia yang dilakukan Harold Lasswell pada tahun 1927 contohnya. Pada hakikatnya, Komunikasi Politik merupakan studi multidisipliner yang melibatkan beberapa cabang ilmu komunikasi dan politik.
Hal ini dapat ditinjau dari kajian Komunikasi Politik yang pada umumnya membahas hubungan antara proses komunikasi dan politik yang berlangsung dalam dunia politik. Namun, kesulitan dalam ilmu multidisipliner biasanya ditemukan pada keseimbangan penekanan ataupun perspektif dan penguasaan metodologi lintas ilmu.

Manfaat Mempelajari Komunikasi Politik

Jika kita mempelajari Komunikasi Politik, maka kita akan mendapat manfaatnya sebagai berikut :
  • Kita akan memahami bagaimana para politisi itu berbahasa, sehingga kita tidak mengalami kesalahapahaman ketika mengartikan berita politik.
  • Tidak terprovokator oleh berita-berita isu yang menggunakan bahasa Komunikasi Politik.
  • Sebagai praktisi, kita dapat jadikan kajian ini sebagai kajian ilmu multidisipliner dan mempraktikan ke dalam kehidupan dengan baik dan benar.
  • Agar kita tidak awam lagi soal politik yang mulai runyam di negara kita.
Ya, itulah beberapa ulasan tentang Komunikasi Politik yang dapat digunakan di dalam kehidupan kita sehari-hari khususnya di dunia politik yang mulai marak di dalam lingkungan masyarakat ini. Sebagai manusia, kita juga perlu memahami politik agar kita mengerti dan memahami bahwa politik itu bukanlah semata-mata sebagai kekuasaan, namun memiliki fungsi untuk mencapai kemufakatan bersama dalam menemukan tujuan bersama.

Pengertian Komunikasi: Definisi, Tujuan, Fungsi, Jenis, dan Komponennya

Pengertian Komunikasi: Definisi, Tujuan, Fungsi, Jenis, dan Komponennya

Pengertian Komunikasi

Pengertian Komunikasi Secara Umum

Daftar isi
Apa itu komunikasi? Pengertian Komunikasi adalah suatu aktivitas penyampaian informasi, baik itu pesan, ide, dan gagasan, dari satu pihak ke pihak lainnya. Biasanya aktivitas komunikasi ini dilakukan secara verbal atau lisan sehingga memudahkan kedua belah pihak untuk saling mengerti.
Secara harafiah, definisi komunikasi adalah interaksi antara dua orang atau lebih untuk menyampaikan suatu pesan atau informasi. Komunikasi secara umum bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada orang lain.
Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang dapat dimengerti dan diterima oleh orang lain. Selain dengan cara verbal, komunikasi juga bisa dilakukan dengan bahasa tubuh atau menggunakan gesture untuk tujuan tertentu.
Dalam sebuah organisasi atau bisnis, komunikasi memiliki peranan sangat penting karena merupakan bentuk koordinasi antar anggota atau tim untuk menyampaikan ide dan gagasan. Dalam artikel ini akan dibahas lebih dalam tentang pengertian komunikasi dan peranannya dalam bisnis.

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa arti komunikasi, maka kita dapat merujuk pada pendapat beberapa ahli. Berikut ini pengertian komunikasi yang pernah dijelaskan oleh beberap ahli:

1. Everett M. Rogers

Menurut  Everett M. Rogers, pengertian komunikasi adalah proses pengalihan ide dari satu sumber ke satu penerima atau lebih dengan tujuan agar mengubah tingkah laku.

2. James A. F. Stoner

Menurut James A. F. Stoner, pengertian komunikasi adalah suatu proses pada seseorang yang berusaha untuk memberikan pengertian dan informasi dengan cara menyampaikan pesan kepada orang lain.

3. Prof. Drs. H. A. W. Widjaya

Menurut Prof. Drs. H. A. W. Widjaya, arti Komunikasi adalah hubungan kontak antar dan antara individu maupun kelompok.

4. Anderson

Menurut Anderson, pengertian Komunikasi adalah rangkaian langkah serah terima maksud yang terjadi dengan dinamis serta konstan berubah sesuai dengan kondisi yang berlaku.

5. Lexicographer

Menurut Lexicographer, definisi komunikasi adalah upaya yang bertujuan untuk memberi dan meraih kebersamaan. Tujuan yang ingin diinginkan kedua beluah pihak akan tercapai bila mereka berkomunikasi dan memiliki pemahaman yang selaras tentang informasi yang saling ditransfer.

6. Aristoteles

Menurut Aristoteles, definisi komunikasi adalah usaha yang berfungsi sebagai alat warga masyarakat dalam berperan serta dalam demokrasi.

7. Hoben

Menurut Hoben, definisi komunikasi adalah suatu proses transfer pemikiran maupun ide dan gagasan yang diutarakan secara lisan.

8. Redi Panuju

Menurut Redi Panuju, pengertian Komunikasi adalah arus sistem yang melekat serta kinerja antar bagian-bagian organisasi yang mengeluarkan suatu keharmonisan.

9. Murphy & Mendelson

Menurut Murphy & Mendelson, pengertian komunikasi adalah sebuah upaya yang dilakukan untuk mempertahankan dan menjalin hubungan interpersonal.

10. Rogers dan D. Lawrence Kincaid

Menurut Rogers & D. Lawrence Kincaid, definisi komunikasi adalah sebuah tahapan dimana dua orang atau lebih saling bertukar informasi satu sama lain, yang pada pokoknya akan muncul saling pengertian yang bersifat mendalam.

11. Shannon dan Weaver

Menurut Shannon dan Weaver, pengertian Komunikasi adalah wujud interaksi manusia yang keduanya ada ikatan dan saling mempengaruhi satu sama lain, baik sengaja atau tidak sengaja.
Komunkikasi tidak hanya dalam bentuk verbal saja, namun termasuk ekspresi muka, teknologi dan lukisan seni.

12. Raymond S. Ross

Menurut Raymond S. Ross, pengertian Komunikasi adalah sebuah proses menyaring, memilah, dan memberikan berbagai simbol dalam bentuk sedemikian rupa yang mana dapat memudahkan penyimak membangkitkan arti maupun respom dari fikiran yang sama dengan yang dikehendaki komunikator.

13. William Albig

Menurut William Albig, pengertian komunikasi adalah rangkaian tahapan transfer kata yang memiliki makna yang dilakukan oleh antar individu ataupun lebih.

14. William I. Gordon

Menurut William I. Gordon, pengertian komunikasi adalah sebuah pertukaran dinamis yang meliputi perasaan serta gagasan.

15. Djenamar SH

Menurut Djenamar SH, pengertian komunikasi adalah seni dalam menyampaikan gagasan, informasi, yang dilakukan seseorang terhadap orang lain.

16. William F. Glueck

Menurut William F. Glueck, definisi komunikasi dapat dibagi menjadi dengan dua bentuk, diantaranya:
  • Komunikasi Antar Pribadi
Komunikasi Antar Pribadi (Interpersonal communications) adalah proses saling bertukar informasi serta pemindahan pengertian antara dua individu atau lebih di dalam suatu kelompok kecil manusia.
  • Komunikasi Dalam Organisasi
Komunikasi Dalam Organisasi (Organization Communications) adalah proses dimana pembicara memberikan informasi secara sistematis dan memindahkan pengertian kepada orang-orang di dalam organisasi dan juga kepada orang-orang dan lembaga-lembaga di luar organisasi namun masih terkait dengan organisasi tersebut.

Fungsi Komunikasi Secara Umum

Fungsi Komunikasi
Fungsi Komunikasi via menwomenart.com
Sebenarnya ada banyak sekali fungsi komunikasi yang dapat dirasakan manusia, baik itu secara individu maupun secara organisasi. Berikut ini adalah beberapa fungsi komunikasi secara umum:

1. Sebagai Alat Kendali

Fungsi komunikasi yang pertama adalah sebagai alat kendali atau kontrol. Dalam hal ini alat kendali berarti dengan komunikasi maka perilaku individu dapat dikontrol dengan penyampaian aturan yang harus dipatuhi.

2. Sebagai Alat Motivasi

Komunikasi yang baik dan persuasif dapat meningkatkan motivasi seseorang dalam melakukan sesuatu. Menyampaikan informasi yang dapat diraih dalam kehidupan akan membangun motivasi seseorang.

3. Sebagai Ungkapan Emosional

Berbagai perasaan yang ada di dalam diri seseorang dapat diungkapkan kepada orang lain dengan cara berkomunikasi. Emosi ini bisa persaan senang, marah, kecewa, gembira, dan lain-lain.

4. Sebagai Alat Komunikasi

Dengan berkomunikasi maka kita dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh orang lain atau kelompok sehingga dengan informasi itu maka proses pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan baik.

Tujuan Komunikasi Pada Umumnya

Tujuan Komunikasi

Semua aktivitas komunikasi dilakukan dengan tujuan tertentu. Tujuan komunikasi secara umum diantaranya adalah:

1. Agar Komunikator Dimengerti Komunikan

Tujuan komunikasi yang pertama adalah untuk memastikan informasi atau pesan dari komunikator dapat dimengerti oleh orang lain (komunikan). Karena itu komunikator harus menyampaikan pesan utama sejelas mungkin kepada komunikan.

2. Agar Mengenal Orang Lain

Dengan adanya interaksi dan komunikasi maka setiap orang dapat saling mengenali dan memahami satu sama lain. Kemampuan mendengar/ membaca/ mengartikan pesan orang lain dengan baik merupakan hal penting dalam aktivitas komunikasi.

3. Agar Pendapat Diterima Orang Lain

Komunikasi secara persuasif seringkali dilakukan untuk menyampaikan gagasan atau ide seseorang pada orang lain. Tujuannya adalah agar ide dan gagasan tersebut diterima.

4. Menggerakkan Orang Lain

Komunikasi dengan cara persuasif dapat membangun kesamaan persepsi dengan orang lain. Selanjutnya, kesamaan persepsi tersebut digunakan untuk menggerakkan orang lain sesuai dengan keinginan kita.

Syarat-Syarat Komunikasi

Syarat-Syarat Komunikasi
Meskipun kelihatannya mudah dipahami, namun komunikasi memiliki syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi agar terbentuk suatu komunikasi. Syarat-syarat komunikasi tersebut adalah:

1. Sumber (Source)

Yang dimaksud dengan sumber (source) adalah dasar dalam penyampaian informasi/ pesan yang tujuannya untuk memperkuat isi pesan tersebut. Beberapa sumber komunikasi misalnya buku, lembaga, orang yang dianggap ahli, Google, dan lain sebagainya.

2. Komunikator

Komunikator adalah pelaku yang menyampaikan pesan kepada pihak lain. Pelaku penyampai informasi ini bisa seorang individu (penulis, pembicara, blogger, dan lain-lain), bisa dalam bentuk kelompok, atau organisasi komunikasi (radio, TV, surat kabar, majalah, dan lain-lain).

3. Komunikan

Komunikan adalah pihak yang menerima pesan atau informasi dari komunikator. Pelaku penerima informasi ini bisa seorang individu maupun organisasi.

4. Pesan

Pesan adalah keseluruhan informasi yang disampaikan oleh komunikator. Sebuah pesan memiliki tema utama sebagai pengarah dalam usaha untuk mengubah sikap dan perilaku orang lain. Komunikasi yang baik adalah yang memiliki pesan untuk diterima oleh pihak lain yang berkaitan.

5. Saluran (Kanal)

Saluran atau kanal adalah media yang digunakan oleh komunikator untuk menyampaikan pesannya kepada pihak lain. Kanal ini bisa formal maupun informal.

6. Hasil (Effect)

Effect adalah hasil akhir dari komunikasi dimana bentuknya adalah perubahan perilaku dan sikap dari komunikan. Perubahan tersebut bisa sesuai harapan atau tidak sesuai dengan harapan komunikator.
Baca juga: Pengertian Opini

Macam-Macam Komunikasi

Macam-Macam Komunikasi
Ada beberapa macam komunikasi yang bisa kita temukan sehari-hari. Berikut ini adalah jenis-jenis komunikasi:

1. Komunikasi Berdasarkan Cara Penyampaiannya

  • Komunikasi Verbal (Lisan)
Pengertian komunikasi lisan adalah komunikasi yang terjalin secara langsung tanpa adanya jarak yang berarti. Contoh komunikasi lisan misalnya; meeting dengan klien, wawancara kerja, atau dua orang yang sedang berbicara.
Komunikasi lisan bisa juga terjadi secara jarak jauh. Misalnya pembicaraan melalui teleconference, berbicara melalui telepon, dan video call.
  • Komunikasi Tertulis
Saat ini komunikasi dengan tertulis biasanya dilakukan melalu aplikasi atau media teknologi. Misalnya; mengirim pesan melalui email, chatting melalui aplikasi WhatssApp/ BBM/ Facebook Messenger.

3. Komunikasi Berdasarkan Maksud

Komunikasi dapat juga dibedakan berdasarkan maksud dari komunikator. Kemauan dari komunikator merupakan faktor utama dalam proses penyampaian pesan.
Beberapa jenis komunikasi berdasarkan maksud diantaranya adalah:
  • Pidato
  • Pemberian saran atau kritik
  • Memberikan perintah
  • Memberikan ceramah
  • Wawancara

4. Komunikasi Berdasarkan Ruang Lingkup

Selanjutnya, komunikasi dapat juga dibedakan berdasarkan ruang lingkupnya, diantaranya adalah:
  • Komunikasi Internal
Ini merupakan jenis interaksi yang berada dalam batas ruang lingkup organisasi dimana interaksi hanya terjadi antar individu di dalam organisasi itu saja.
Komunikasi internal ini dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
Komunikasi vertikal; perintah atasan, teguran, arahan, dan lainnya.
Komunikasi horizontal; diskusi atau bertukar pikiran antar anggota organisasi yang posisinya sama.
  • Komunikasi Eksternal
Ini merupakan jenis komunikasi yang dilakukan sebuah organisasi kepada publik, misalnya jumpa pers, pameran dan publikasi, program TV dan Radio, bakti sosial.

5. Komunikasi Berdasarkan Aliran Informasi

Dalam komunikasi terdapat beberapa arah dalam penyampaiannya, diantaranya adalah:
  • Komunikasi satu arah; yaitu komunikasi yang datang dari satu pihak, misalnya guru dan murid.
  • Komunikasi dua arah; yaitu komunikasi yang sifatnya dua arah dimana dua individu saling memberikan pesan dan feedback satu dengan yang lain.
  • Komunikasi ke atas; yaitu komunikasi yang berasal dari bawah ke atas, misalnya informasi yang di sampaikan bawahan kepada atasan.
  • Komunikasi ke samping; yaitu komunikasi yang tercipta karena adanya kesamaan kedudukan, atau komunikasi antara dua individu yang posisinya sejajar.
Demikian ulasan tentang pengertian komunikasi, tujuan, fungsi, jenis, komponen komunikasi, dan peran pentingnya dalam dunia bisnis. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu.